Awal Mula Desa Karae
Sejarah Desa Karae
Desa
Karae awalnya bernama Banabungi (Tanjung Pasir), yang merupakan daerah
pesisir pantai yang terletak sebelah timur Pulau Siompu dan menjadi
tempat persinggahan para nelayan Bone-Bone (Baubau),diantara para
nelayan yang selalu singgah dipulau tersebut, salah seorang nelayan yang
bernama LA KALIMBU mempersunting warga lokal (Lontoi) bernama WA MPEPE,
kemudian mereka bermukim/menetap di Banabungi, suatu waktu mereka
kedatangan tamu (seorang haji) yang berasal dari Tomia dan terdampar di
Banabungi kemudian mereka tinggal bersama dan sang tamu diangkat sebagai
saudara. Karena sebuah alasan, sang tamu bermaksud mengusir LA KALIMBU
dari tempat tesebut sehingga terjadilah perang tanding antara keduanya
yang dimenangkan LA KALIMBU. Dalam kondisi tidak berdaya, sang tamu
menyerah dan memohon ampun dengan mengucapkan kalimat “AMPUN KARAE”
secara berulang-ulang kemudian LA KALIMBU menyeretnya ke dalam gua dan
memakaikan pakaian yang dikenakan ketika pertama kali dia tiba di pulau
tersebut yaitu sorban dan jubah lengkap setelah dipakaikan secara ajaib
sang Haji berubah menjadi batu, dan sampai saat ini wilayah disekitar
gua yang merupakan kebun rakyat, dinamakan lingkungan KARAE. Gua
tersebut juga dipercaya sebagai tempat penguburan pasukan armada
Gubernur Jenderal Belanda PIETER BOTH sehingga gua tersebut juga dikenal
dengan nama “LIA WALANDA (GUA BELANDA)”
Tahun 2007 Dusun Banabungi dimekarkan dari DESA TONGALI
menjadi sebuah desa baru dengan nama DESA KARAE, di tahun yang sama
dilakukan pemilihan kepala desa secara demokratis dan rakyat
mempercayakan kepemimpinan Desa Karae kepada bapak HAMRA. Di tahun yang
sama pula, sebagai sebuah desa yang memiliki banyak warga miskin, maka
Desa Karae juga mendapat bantuan beras miskin (RASKIN) dari pemerintah.
Masih di tahun 2007, Desa Karae juga mendapat bantuan dari PNPM-MP
berupa pembangunan gedung SD Negeri 2 Tongali sebanyak 2 RKB dan
pembangunan talud pantai sepanjang 250 Meter.
Tahun 2008 POSKESDES Desa Karae di bangun oleh pemerintah
yang dilanjutkan dengan pembangunan jalan usaha tani sepanjang 300 meter
yang diambil dari dana keserasian. Dalam rangka peningkatan
kesejahteraan warga, Desa Karae mendapat bantuan modal usaha untuk
kelompok nelayan yang bersumber dari dana Pemberdayaan Ekonomi
Masyarakat (PEM), Desa Karae juga mendapat perhatian dari pemerintah
pusat dengan diberikannya bantuan untuk 1 (satu) kelompok penenun yang
bersumber dari APBN tahun 2008.
Pada tahun 2009 pembangunan SDN 2 Tongali dilanjutkan
sebanyak 2 RKB, kemudian PNPM–MP juga membangun 2 RKB untuk Taman
Kanak-Kanak Desa Karae, kelompok tenun Desa Karae mendapat bantuan dari
PNPM –MP sebanyak 2 kelompok. PNPM-MP kembali memberikan bantuan
pembangunan PAH sebanyak 2 unit dan pembuatan rabat beton sepanjang 500
meter.
BERANDA
BERANDA
Komentar
Posting Komentar